Anggota militer tersebut menuduh Pentagon kurang transparan mengenai kerusakan pangkalan.

"Serangan pesawat nirawak dan rudal balistik masih aktif menghantam pangkalan setiap hari," katanya.

Laporan inspektur jenderal Pentagon yang dirilis pada Senin menyebut "ratusan bangunan dan struktur" mengalami kerusakan.

Inspektur jenderal memperkirakan biaya perang mencapai 33 miliar dolar AS (sekitar Rp587,8 triliun). Sementara itu, Kantor Anggaran Kongres yang bersifat nonpartisan memperkirakan biaya tersebut mencapai 38 miliar dolar AS (sekitar Rp676,8 triliun).