"Penyelenggara mengaku salah atas kegiatan pemasangan kembang api tersebut pada jam atau waktu istirahat masyarakat, sehingga mengganggu banyak pihak," imbuhnya.

Selain itu, penyelenggara menyatakan permohonan maaf atas nama keluarga besar. Penyelenggara membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi kejadian itu.

Sebelumnya, rekaman video beredar memperlihatkan acara Maulid Nabi di Pondok Pinang, Jaksel diprotes warga hingga berujung ribut. Warga merasa terganggu lantaran acara tersebut dibarengi dengan menyalakan petasan hingga Sabtu (3/10) dini hari.

Kericuhan diduga bermula dari penggunaan petasan yang terus dinyalakan hingga sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Aksi menyalakan petasan itu membuat warga merasa terganggu.