NADIKABAR.COM — Para mediator mendesak Iran memberikan konsesi terkait program nuklirnya dalam upaya menghidupkan kembali negosiasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Menurut laporan The Wall Street Journal, seperti dikutip Anadolu pada Senin, inisiatif dari pihak penengah itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak usulan Iran soal gencatan senjata selama tujuh hari guna membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri blokade AS terhadap pelabuhan Iran.

Para mediator menilai hal itu sebagai upaya, yang peluang keberhasilannya tipis, untuk mendorong Iran mengambil langkah terkait program nuklir. Sejauh ini, Iran belum menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka siap membahas masalah itu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Minggu (27/9) bahwa pihaknya tetap terbuka untuk berunding, tetapi akan memberikan respons jika aksi militer kembali dilakukan.

"Kami sepenuhnya siap jika perang kembali berlanjut. Kami akan bersikap tegas menghadapi setiap agresi baru dalam bentuk apa pun, bahkan jika itu berujung pada perang kiamat. Namun, pada saat yang sama, kami siap untuk jalur diplomasi. Pilihan ada di tangan Presiden Trump," kata Araghchi.