Di samping proyek-proyek yang berasal dari pendanaan APBN, pembangunan di Ibu Kota Nusantara juga mendapat investasi dari skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta sektor swasta domestik hingga asing.
Basuki mengungkapkan, investasi asing terbaru yang masuk mencakup pengerjaan proyek hunian dan kawasan perkantoran komersial yang melibatkan investor asal China dan Korea Selatan dengan total Rp 4 triliun.
"Dari KPBU dan swasta ada apartemen dan perkantoran dari China, Star Bright, nilainya Rp 1,5 triliun. Kemudian ada dari Dian Jaya dari Korea Selatan senilai Rp 2,5 triliun untuk apartemen dan perkantoran," jelas Basuki.