"Banyak mereka justru orang pintar tetapi hatinya goyang, hatinya tidak teguh, tidak berani. Sebab masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi ilmu yang kalian kuasai, tetapi juga seberapa kuat karakter kalian," tegasnya.

Ia meminta generasi muda untuk memiliki kepekaan sosial serta senantiasa berpihak kepada rakyat kecil yang membutuhkan pembelaan dan keadilan.

"Kalian harus memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran, keteguhan untuk melawan ketidakadilan, dan kepekaan untuk senantiasa selalu berpihak kepada rakyat, terutama mereka yang lemah, dan membutuhkan pembelaan," tuturnya.

Dalam pidatonya, Megawati juga mengingatkan nilai histori Lapangan Banteng yang dahulu bernama Waterlooplein. Di kawasan tersebut, tepatnya di Gedung Katholieke Jongelingen Bond, para pemuda dari berbagai organisasi kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, hingga pemuda Kaum Betawi menggelar Rapat Pertama Kongres Pemuda II pada 27 Oktober 1928.