Ia menekankan bahwa keberanian para pemuda 1982 untuk bersatu di tengah himpitan kolonialisme Belanda merupakan keputusan politik yang sangat berani dan patut menjadi teladan sepanjang masa.
"Para pemuda tahun 1928 tidak menunggu Indonesia merdeka untuk menjadi satu bangsa. Mereka membangun persatuan agar Indonesia dapat lahir sebagai sebuah bangsa yang merdeka," ucapnya.
Megawati menutup pidatonya dengan mengobarkan semangat bertindak bagi seluruh pemuda Indonesia agar tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan melanjutkan api perjuangan bangsa melalui aksi nyata.
"Merah berani, muda beraksi. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan. Rawat sejarahnya, nyalakan semangatnya, teruskan api perjuangannya," ujar Megawati.