NADIKABAR.COM — Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengajak generasi muda Indonesia untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sekaligus memperkuat karakter bangsa (nation and character building).
Pesan itu disampaikannya dalam pidato politik melalui tayangan video pada puncak acara Merah Muda Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu malam.
"Kalian harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan masa depan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk teknologi terapan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan menyelesaikan persoalan nyata di tengah rakyat," katanya.
Megawati menggarisbawahi bahwa penguatan IPTEK harus berjalan seiring dengan penguatan jati diri dan moralitas. Menurutnya, kecerdasan intelektual tidak akan cukup jika tidak ditopang oleh keberanian dan integritas yang berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.
"Banyak mereka justru orang pintar tetapi hatinya goyang, hatinya tidak teguh, tidak berani. Sebab masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi ilmu yang kalian kuasai, tetapi juga seberapa kuat karakter kalian," tegasnya.
Ia meminta generasi muda untuk memiliki kepekaan sosial serta senantiasa berpihak kepada rakyat kecil yang membutuhkan pembelaan dan keadilan.
"Kalian harus memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran, keteguhan untuk melawan ketidakadilan, dan kepekaan untuk senantiasa selalu berpihak kepada rakyat, terutama mereka yang lemah, dan membutuhkan pembelaan," tuturnya.
Dalam pidatonya, Megawati juga mengingatkan nilai histori Lapangan Banteng yang dahulu bernama Waterlooplein. Di kawasan tersebut, tepatnya di Gedung Katholieke Jongelingen Bond, para pemuda dari berbagai organisasi kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, hingga pemuda Kaum Betawi menggelar Rapat Pertama Kongres Pemuda II pada 27 Oktober 1928.
Ia menekankan bahwa keberanian para pemuda 1982 untuk bersatu di tengah himpitan kolonialisme Belanda merupakan keputusan politik yang sangat berani dan patut menjadi teladan sepanjang masa.
"Para pemuda tahun 1928 tidak menunggu Indonesia merdeka untuk menjadi satu bangsa. Mereka membangun persatuan agar Indonesia dapat lahir sebagai sebuah bangsa yang merdeka," ucapnya.
Megawati menutup pidatonya dengan mengobarkan semangat bertindak bagi seluruh pemuda Indonesia agar tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan melanjutkan api perjuangan bangsa melalui aksi nyata.
"Merah berani, muda beraksi. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan. Rawat sejarahnya, nyalakan semangatnya, teruskan api perjuangannya," ujar Megawati.