Ketua Umum DPP GPM Izedrik Emir Moeis mengatakan kongres ini menjadi titik konsolidasi organisasi yang berdiri sejak 1947. Ia menyebut GPM kini memiliki 22 dewan pimpinan daerah dan 78 dewan pimpinan cabang.
"Kita berusaha supaya lengkap jadi 35 DPD," ujar Emir Moeis.
Ia juga menyoroti upaya GPM memperkenalkan marhaenisme kepada generasi muda. Menurut dia, istilah marhaenisme sempat tidak dikenal di ruang pendidikan. "Coba kita datang ke SMA-SMA, kita ajak ngobrol, tidak ada yang tahu marhaenisme," katanya.
Ketua panitia Kongres X GPM Boy Ericko Pandu menyatakan kongres digelar pada momentum Sumpah Pemuda karena tempat dan hari itu dinilai sebagai simbol persatuan. "Kongres ini harus melahirkan gagasan yang radikal, dinamis, dan revolusioner untuk menjawab tantangan zaman saat ini," ujarnya.