Pemerintah hadir melalui Kementerian Dalam Negeri. Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri Wahyu Chandra Kusuma mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Ia menyinggung soal penyebutan rakyat kecil dalam diskursus marhaenisme.

"Bung Karno mengajarkan kegagahan, Bung Karno mengajarkan keberanian. Sehingga dalam forum ini kami memohon, jangan disebut lagi wong cilik. Yang dikatakan wong cilik itulah pemilik negeri ini yang sesungguhnya," kata Candra.

Ia juga menyampaikan pengalaman keluarganya. "Kakek saya tinggal di Desa Pujon, Kabupaten Malang, beliau petani. Di tembok terpampang foto Bung Karno. Itulah sehingga kakek kami menyampaikan bahwasanya mbahmu iki Marhaen," tuturnya.

Saat pembukaan kongres terlihat hadir antara lain Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning dan senior partai Yakobus Mayong Padang.