NADIKABAR.COM — Program Poliran atau Polisi Peduli Pengangguran menjadi salah satu program andalan yang digagas Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Program ini digagas untuk mendukung kebijakan ketahanan pangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Program ini digagas Jenderal Suyudi saat dirinya menjabat sebagai Kapolda Banten. Kala itu, Jenderal Suyudi menjelaskan Polri mengerahkan masyarakat untuk berperan di sektor pertanian.

"Kegiatan penanaman benih jagung, yang mana dalam kegiatan ini kami memiliki program unggulan sesuai dengan kebijakan Bapak Presiden dan sesuai dengan petunjuk Bapak Kapolri yaitu kegiatan Poliran, Bapak. Poliran singkatan dari Polisi peduli pengangguran. Kami concern terhadap masalah pengangguran yang tentunya ini akan berimplikasi pada potensi keamanan yang ada di wilayah Banten," kata Jenderal Suyudi, Rabu (20/11/2024).

Selain itu, kata Jenderal Suyudi, Polda Banten juga membangun Balai Poliran yang melaksanakan pelatihan kepada para anggota termasuk Polwan demi bersinergi dengan kelompok tani dalam mengembangkan bidang pertanian.

"Juga kita melibatkan masyarakat dan tentunya ini atas dukungan Bapak Pj Gubernur yang selalu senantiasa memberikan support dan juga kami Alhamdulillah terima kasih Bapak Mentan yang telah memberikan banyak sekali bantuan," ujar Suyudi.

Jenderal Suyudi Ario Seto saat itu mengatakan program Poliran adalah commander wish sebagai kepedulian mengatasi permasalahan sosial. Angka pengangguran tinggi, katanya, bisa memicu kriminalitas dan permasalahan sosial.

"Poliran hadir sebagai solusi konkret meningkatkan kompetensi di wilayah Banten," kata Suyudi.

Program ini menyediakan Balai Pelatihan yang akan mempersiapkan para tenaga kerja produktif. Para tenaga kerja akan disalurkan ke perusahaan yang telah meneken MoU. Pelatihannya pun beragam. Mulai pendidikan kewirausahaan, pelatihan pengolahan limbah, peternakan ikan dan ayam, merawat tanaman hidroponik, hingga pembuatan pupuk.

Balai Poliran ini berfokus pada tiga sektor utama, yakni Sektor Industri - Melatih keterampilan khusus dan soft skill bagi tenaga kerja dan Sektor Ketahanan Pangan - Memberikan pelatihan pertanian, peternakan, dan perikanan, serta Sektor Lingkungan Hidup - Mendidik peserta tentang pengolahan sampah dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Kapolri sebelumnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan salah satu output program Poliran yang digagas Polda Banten membudidayakan sampah organik seperti sisa sayuran dan buah, daun kering, hingga limbah dapur agar menghasilkan eco-enzyme maupun pupuk kompos.

"Selain itu, kami juga melakukan pembudidayaan kelinci di Provinsi Bangka Belitung, dimana kotoran kelinci tersebut kami manfaatkan sebagai pupuk organik," kata Jenderal Sigit dalam paparannya di Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV, Tangerang, Banten, Rabu (8/10/2025).

Kemudian, dalam upaya meningkatkan kesuburan tanah, Polri bersama Universitas Lambung Mangkurat telah mengolah lahan basah dengan tingkat keasaman pH di bawah 5, menjadi lahan produktif dengan memanfaatkan batu asal Korea. Inovasi ini mampu menetralisir keasaman serta meningkatkan pH tanah, sehingga pada lahan basah seluas 5 hektare di Kalsel telah dilakukan 4 kali panen dengan rata-rata produksi mencapai 8 ton per hektare.

"Untuk mendukung produktivitas lahan, Polri juga memanfaatkan teknologi Solar Water Pump, yang menggunakan panel surya berkapasitas 5.680 watt untuk menggerakkan pompa air. Teknologi ini mendukung sistem irigasi pertanian secara efisien dan ramah lingkungan," ungkapnya.

Di sisi lain, dia mengungkapkan Polri turut memanfaatkan teknologi Watergen yang mampu menghasilkan 100-350 liter air bersih per hari dari kelembapan udara. Teknologi ini, katanya, memberikan solusi bagi daerah pertanian kering, sehingga ketersediaan air dapat tetap terjaga untuk menunjang produktivitas.

"Sebagai pelengkap dari seluruh rangkaian dukungan dari hulu hingga hilir, kami laporkan kepada Bapak Wakil Presiden bahwa pembangunan 18 unit gudang ketahanan pangan Polri di 12 provinsi dengan kapasitas total 18 ribu ton, yang sebelumnya dilakukan groundbreaking di Bengkayang oleh Bapak Presiden RI pada tanggal 5 Juni 2025 telah selesai 100%. Sebagai langkah awal, gudang di Provinsi Jawa Barat akan diisi 100 ton jagung hasil panen yang juga diikuti oleh gudang Polri lainnya," pungkasnya.