Pada masa penuh pergolakan tersebut, wilayah Mataji disebut sebagai salah satu tempat yang mengalami peperangan.

"Nama Mataji dalam prasasti seolah menjadi penanda bahwa kawasan pedalaman Nganjuk bukanlah wilayah yang terlepas dari pusaran konflik politik dan militer kerajaan-kerajaan besar Jawa Timur," paparnya.