Setelah itu, Dudung didapuk menjadi komandan kompi (1995), komandan kelas satuan pendidikan di Pusat Kesenjataan Infanteri TNI AD (1995-1998).

Dia lalu mendapatkan promosi mengisi posisi sebagai Wakil Komandan (Wadan) Yonif 401/Alugoro (1998-1999), Wadan Yonif 401/Banteng Raider (1999-2000), Kepala Staf Kodim 0733/BS Semarang (2000-2002), dan perwira senior bidang operasi di lingkungan Kodam II/Sriwijaya (2002).

Saat berpangkat Letnan Kolonel, Dudung menjabat sebagai Komandan Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya (2002-2004), Dandim 0406/Musi Rawas (2004-2006), dan Dandim 0418/Palembang.

Karena dinilai berhasil, Dudung menerima kenaikan pangkat menjadi Kolonel pada 2010 dan mengisi berbagai jabatan di lingkungan Markas Besar TNI AD, di antaranya sebagai perwira urusan personel, hingga pada 2015 ia pun mengisi jabatan sebagai Komandan Detasemen Markas TNI.

Dudung pun akhirnya "pecah bintang" ketika mendapat pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI. Dia lalu ditunjuk sebagai Wakil Gubernur Akmil (2015-2016). Kemudian Dudung menjadi staf khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2016-2017) dan Wakil Asisten Teritorial KSAD (2017-2018).

Dudung kembali mendapatkan promosi dan naik pangkat menjadi mayor jenderal saat mengisi posisi Gubernur Akmil (2018-2020). Selanjutnya dia memimpin wilayah saat menjadi Pangdam V Jaya (2020-2021).

Saat menjabat Pangdam Jaya, dia sempat menjadi sorotan karena memerintahkan prajuritnya mencopot baliho-baliho yang dipasang Front Pembela Islam (FPI). Organisasi itu saat ini telah bubar sebagaimana diperintahkan oleh pengadilan.