Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk kelas menengah turun dari 57,33 juta orang atau 21,45 persen populasi pada 2019 menjadi 47,85 juta orang atau 17,13 persen pada 2024. Pada 2025, jumlahnya kembali turun menjadi sekitar 46,7 juta orang atau 16,6 persen.

Berdasarkan klasifikasi pengeluaran BPS, kelas menengah berada pada kisaran pengeluaran sekitar Rp2 juta hingga Rp9,9 juta per kapita per bulan. Penyusutan kelompok ini tidak otomatis berarti seluruh orang yang keluar dari kategori tersebut jatuh miskin.

Sebagian mungkin bergeser ke kelompok menuju kelas menengah (aspiring middle class), yang masih mampu memenuhi kebutuhan hidup tetapi lebih rentan terhadap tekanan ekonomi.