NADIKABAR.COM — Penantian warga Kota Bekasi pengguna Transjakarta (TransJ) Koridor B41 akan hadirnya halte yang layak tampaknya sebentar lagi berakhir. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tengah membangun tiga halte di sepanjang koridor yang melayani rute Cawang Sentral-Vida Bekasi itu.
Salah satu halte yang pengerjaannya sudah mulai dilakukan dalam beberapa hari terakhir ini terletak di Komsen, Kecamatan Jati Asih. Sedangkan dua halte lainnya, yaitu di kiri dan kanan ruas jalan, dibangun di Cipendawa, Kecamatan Rawalumbu.
Pada Selasa (28/10/2026), NadiKabar berkesempatan melihat progres pembangunan Halte Komsen. Halte berukuran 10x2 meter itu sudah mulai terlihat bentuknya.
Pondasi halte sudah rampung dibangun. Sejumlah pekerja berompi oranye telihat memasang besi tulangan untuk proses pengecoran lanjutan.
Adapun dua orang pekerja lainnya tampak sibuk memotong batang-batang pohon sehabis ditebang dan menaikkan ke atas truk. Situasi lalu lintas di sekitar proyek pada pukul 09.00 WIB terpantau padat imbas pembangunan halte TransJ tersebut.
Halte Komsen didirikan di atas lahan taman yang berada di tengah Jalan Wibawa Mukti II. Lokasi persisnya berada di depan Kantor Polisi Sektor (Polsek) Jatiasih dan tidak jauh dari area putar balik Komsen. Lokasi ini berbeda dengan halte sementara sebelumnya yang berada di Jalan Raya Jatiasih.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemkot Bekasi Zeno Bachtiar menjelaskan lokasi tersebut merupakan titik yang paling ideal untuk pembangunan halte. Di titik tersebut, bus TransJ nantinya akan mudah untuk berhenti dan berangkat kembali.
"Bahasa teknisnya di mana bangkitan dan tarikan lalu lintasnya paling tinggi ada di titik itu," kata Zeno kepada NadiKabar melalui sambungan telepon.
Ia menambahkan pemilihan lokasi tersebut juga telah didasarkan pada survei dan kesepakatan sejumlah pihak terkait, mulai dari pemkot, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), dan juga pemberi dana, yaitu Bank Jabar Banten (BJB).
"Dari locus yang kita tentukan, space-nya juga paling memungkinan dan tidak mengganggu operasional TranJ," imbuhnya.
Karena terjadi perubahan lokasi Halte Komsen, rute perjalanan TranJ pun akan sedikit mengalami mofifikasi. Sebelumnya, bus TransJ dari arah Vida Bekasi akan berjalan lurus setibanya di pertigaan Komsen. Dengan adanya halte baru, maka bus akan berbelok terlebih dulu ke arah kiri dan berputar di Bundaran Jatiasih.
Zeno juga menjelaskan lebih detail mengenai spesifikasi bangunan Halte Komsen. Halte tersebut memiliki ukuran 10X2 dengan overstek turunan sampai dengan 10 meter. Tujuannya supaya akses menuju halte lebih landai dan nyaman bagi penumpang.
Sedangkan mengenai tinggi lantai halte dari permukaan jalan, Zeno menyebut sekitar 115 Cm. Ketinggian itu dirancang dengan menyesuaikan tinggi pintu bus TransJ.
Zeno mengungkapkan, Halte Komsen dibangun karena jumlah penumpang yang naik dan turun dari titik itu terbilang paling banyak. Dari 5.000 pengguna harian TransJ Koridor B41, sekitar 3.500 di antaranya naik dari Halte Komsen.
Pembangunan halte TransJ, menurut Zeno, merupakan bentuk perhatian dari Pemkot Bekasi terhadap layanan transportasi di Bekasi. Dia berharap hadirnya halte tersebut membuat pengguna transportasi umum lebih tertib, aman, dan nyaman.
"Dari 5.000 data penumpang dari dan ke Kota Bekasi, 3.500 ada di Komsen. Makanya Pak Wali dan pemkot tentu sangat concern untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat kita," cetusnya.