Teheran mewajibkan kapal-kapal untuk meminta izin sebelum melintas, dan berulang kali menargetkan kapal-kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz melalui rute selatan yang dekat dengan pesisir Oman. Iran seringkali menyebut rute itu sebagai "rute ilegal".

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa sejumlah kapal tanker minyak yang nekat melintasi Selat Hormuz melalui "rute ilegal" itu telah terkena ranjau laut dalam beberapa hari terakhir.

Dalam insiden terbaru pada Jumat (23/10), IRGC menyebut dua kapal supertanker, yang mengangkut lebih dari 4,5 juta barel minyak, telah ditinggalkan di tengah lautan oleh awaknya setelah menghantam ranjau di jalur perairan strategis tersebut.