Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (5/11) waktu setempat, Trump mengatakan Iran telah mengalami kehancuran besar dan membutuhkan waktu lebih dari dua dekade untuk membangun kembali negaranya.

"Saya sebenarnya tidak ingin menghancurkan sisa-sisa negara tersebut jika memungkinkan, tetapi mungkin saya harus melakukannya. Dan Anda akan segera mengetahuinya," ucap Trump.

Pernyataan itu disampaikan setelah Trump menggelar pertemuan dengan para penasihat keamanan nasionalnya. Dia juga menyebut pemerintahannya masih menjalin komunikasi dengan perwakilan Iran.

Meningkatnya ketegangan turut mendorong Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan imbauan keamanan bagi warga negaranya yang berada di Timur Tengah. Imbauan tersebut dirilis pada Jumat (6/11) waktu setempat.

Otoritas AS meminta warganya meningkatkan kewaspadaan menyusul ancaman serangan bersenjata dari kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. Washington juga menyinggung upaya Iran menargetkan pejabat dan personel pemerintah AS di kawasan tersebut.

"Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan karena adanya peningkatan ancaman serangan bersenjata oleh kelompok Houthi yang didukung Iran, dan upaya-upaya Iran untuk menargetkan pejabat pemerintah AS di kawasan tersebut," demikian bunyi imbauan Departemen Luar Negeri AS melalui media sosial X.

Departemen Luar Negeri AS turut mengingatkan kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, hingga gangguan perjalanan di kawasan Timur Tengah. Imbauan itu dirilis saat potensi serangan baru AS terhadap Iran masih membayangi situasi keamanan regional.