NADIKABAR.COM — Setiap perubahan dalam tubuh kepolisian pada akhirnya bermuara pada satu pertanyaan mendasar, apakah perubahan tersebut mampu menjadi kekuatan institusional untuk menjaga keberlanjutan transformasi Polri?

Pertanyaan ini penting karena keamanan publik tidak mengenal pergantian periode kepemimpinan.

Ancaman terus bergerak, teknologi terus berubah, dan ekspektasi masyarakat terhadap negara semakin tinggi. Transformasi Polri semestinya tidak diletakkan sebagai rangkaian program yang selesai bersama berakhirnya masa jabatan seorang Kapolri, melainkan proses kelembagaan yang terus memperkuat kapasitas dan menyesuaikan diri dengan dinamika strategis.