"Misalnya ada yang jadi penjual, ada yang jadi pembeli. Mereka memainkan sendiri situasinya, jadi lebih mudah memahami materinya," ujarnya.
Cara tersebut membuat suasana kelas menjadi lebih hidup. Murid-murid yang biasanya pasif menjadi lebih berani berdiskusi karena belajar melalui praktik.
Baginya, drama bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pembelajaran yang efektif. Prinsip itulah yang ia pegang selama puluhan tahun menjadi guru.
"Kalau orang mengalami sendiri, biasanya lebih mudah mengerti daripada hanya mendengarkan teori," tuturnya.
Meski kemudian dikenal luas sebagai Den Baguse Ngarso lewat sitcom Mbangun Deso, Susilo mengaku tak pernah meninggalkan profesinya sebagai guru. Baginya, mengajar dan bermain drama memiliki tujuan yang sama, yakni menyampaikan pesan kepada orang lain dengan cara yang mudah dipahami.
"Intinya bagaimana orang yang melihat atau mengikuti itu bisa memahami apa yang ingin kita sampaikan," pungkasnya.