"Kalau pemicunya kita belum tahu. Apanya apa, pemicunya apa, kita belum tahu. Tapi kita memang nggih kalau seperti ini nggih memang ini, tahunan ya, kayak tahunan gitu nggih. Jadi tiap tahun tuh memang anu seperti itu," bebernya.

"Tapi dulu nggak sempat kebakaran besar seperti ini, nggih cuman uap, gitu apa, kayak apa apa itu, asap gitu, heeh, nanti dipadamkan sudah anu gitu," sambungnya.

Puluhan armada pemadam kebakaran hingga water canon diterjunkan untuk memadamkan api. Kobaran api belum bisa dijinakkan hingga pukul 23.00 WIB. Petugas masih berjibaku untuk terus berupaya memadamkan api.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan ada 8 armada yang diterjunkan dari Kota Solo. Selain itu juga dari Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Sragen dan Karanganyar mengirimkan armadanya.

"Jadi, hari ini ada beberapa unit dari sekitar Solo yang membantu kita, termasuk dari Damkar itu ada 8 unit mobil pemadam, tangkinya 5, rescue 3. Kemudian dari Damkar Sukoharjo 1, dari Karanganyar 1, dari Wonogiri 1, dari Sragen 1, Boyolali 1, Klaten 1. Kemudian dari Karanganyar juga ada tambahan 1, Boyolali 1, Sragen 1," katanya ditemui di TPA Putri Cempo, Rabu (2/9/2026).

Selain dari mobil pemadam kebakaran, sejumlah armada seperti water canon hingga armada dari PMI juga diturunkan. Pihaknya juga meminta bantuan dari wilayah Magelang.

"Lalu dari Polri ada dua unit Water Cannon, kemudian dari Kodim ada satu juga, PMI Surakarta ada satu, kemudian ada tambahan dari Magelang juga satu," ungkapnya.

Mengenai situasi terkini, Ari mengatakan api masih belum bisa dijinakkan. Apalagi, kondisi angin membuat api cepat merembet.