NADIKABAR.COM — Ada yang lebih mahal daripada harga kursi taman, kabel lampu, atau perangkat penghubung lampu lalu lintas yang hilang. Nilainya terletak pada fungsi yang terhenti, pelayanan yang terganggu, dan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah menjaga fasilitas bersama.
Persoalan itu menjadi perhatian di Kota Surabaya, Jawa Timur. Dalam beberapa bulan terakhir, pencurian menyasar kursi besi taman, kabel lampu hias, pot tanaman, gerobak sampah, hingga perangkat penghubung lampu lalu lintas. Komponen kecil dalam sistem teknologi perkotaan pun dapat menimbulkan dampak besar ketika hilang.
Karena itu, pencurian fasilitas umum perlu dilihat sebagai persoalan tata kelola kota, bukan semata-mata tindak kriminal. Surabaya tidak cukup hanya memperbanyak taman dan membangun infrastruktur modern. Pemerintah juga harus memastikan fasilitas tersebut terlindungi, berfungsi, dan dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.