Hilangnya perangkat penghubung sistem lampu lalu lintas di Jalan Mayjen Sungkono pada 2 November 2026 memperlihatkan kerentanan infrastruktur perkotaan. Lampu lalu lintas tetap menyala, tetapi komponen yang menghubungkannya dengan jaringan internet hilang sehingga koneksi ke Surabaya Intelligent Transport System (SITS) di Bratang terputus.
Akibatnya, Dinas Perhubungan tidak dapat memantau kepadatan kendaraan secara waktu nyata untuk menyesuaikan durasi lampu hijau. Perbaikan dilakukan melalui koordinasi dengan Telkom sehingga sistem kembali berfungsi. Meski gangguan dapat dipulihkan, kejadian tersebut menunjukkan bahwa satu komponen kecil dapat memengaruhi kinerja sistem transportasi yang lebih luas.
Kerentanan juga terlihat pada fasilitas taman. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya mencatat lebih dari 800 taman, termasuk 47 taman aktif. Sekitar 220 titik kursi besi disediakan untuk warga, dengan harga satu kursi lebih dari Rp3 juta.