ARTSUBS memiliki perjalanan yang menarik. Penyelenggaraan perdana pada 2024 di Pos Bloc Surabaya menghadirkan sekitar 300 karya dari 154 seniman. Pada edisi kedua 2025 di Balai Pemuda, jumlahnya berkembang menjadi 347 karya dari 135 seniman. Memasuki edisi ketiga pada 2026, ARTSUBS kembali digelar di Balai Pemuda dengan 113 perupa dan lebih dari 500 karya.

Perbandingan itu menunjukkan bahwa skala pameran tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya nama seniman, melainkan juga keluasan praktik, medium, dan karya yang dipresentasikan.

Perubahan semacam itu menunjukkan ARTSUBS sedang mencari bentuk. Pameran tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya perupa, tetapi berupaya menjadi titik temu antara karya, gagasan, kurator, komunitas, kolektor, pelaku ekonomi kreatif, dan publik yang mungkin sebelumnya tidak pernah merasa dekat dengan seni rupa. Di sinilah pemilihan Surabaya menjadi penting.

Penyelenggara mengakui bahwa Surabaya sejak awal bukan kota yang secara otomatis dianggap sebagai pusat seni rupa sebagaimana Jakarta atau Yogyakarta. Namun, justru tantangan tersebut dipandang sebagai alasan untuk membangun ekosistem seni yang lebih kuat di Jawa Timur.