Kekhawatirannya terbukti. Sekitar pukul 16.00, listrik padam lagi. Di sejumlah wilayah, termasuk Tanjung Uban, Bintan, pemadaman berlangsung hingga puluhan jam.

Pada Senin malam itu, suasana Tanjungpinang terasa berbeda tanpa penerangan listrik. Jalan raya dipadati kendaraan karena banyak warga memilih keluar rumah untuk mencari udara segar daripada bertahan di dalam rumah yang gelap dan pengap.

Sejumlah pusat perbelanjaan juga dipadati pengunjung yang membeli makanan dan perlengkapan penerangan, mulai dari lilin hingga lampu darurat. Hotel dan penginapan pun dipenuhi warga yang mencari akses listrik serta kenyamanan tidur dengan pendingin ruangan atau AC.