Baitul Hikmah yang didirikan pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dan dikembangkan pada masa Khalifah Al-Ma'mun menjadi tempat berkumpulnya para ilmuwan dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Menurut Menag, tradisi keilmuan di Baitul Hikmah menunjukkan bahwa pendidikan pesantren dapat berkembang menjadi pusat penguasaan berbagai disiplin ilmu, termasuk melalui kolaborasi ilmuwan lintas agama.

Menurut dia, kemampuan menguasai berbagai disiplin ilmu tersebut menjadi teladan bagi generasi santri agar tidak membatasi diri dalam mempelajari ilmu pengetahuan.