NADIKABAR.COM — Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar berharap kolaborasi antara pondok pesantren (Ponpes) dan Pramuka mampu melahirkan generasi berdaya saing yang akan membawa Indonesia lebih mampu berbicara banyak di dunia internasional.
"Saya berharap ke depan kolaborasi pesantren dengan Pramuka melahirkan kader bangsa yang menjadi ahli waris intelektual dan spiritual bangsanya sendiri, sehingga Indonesia bersaing di kancah internasional," kata Nasaruddin saat menghadiri Pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis malam.
Ia menyampaikan Pramuka dan Ponpes memiliki ikatan yang sudah terbentuk sejak lama serta menyimpan banyak persamaan dalam mengajarkan nilai kehidupan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat luas.
Menag mengemukakan Pramuka dan pondok pesantren saling mengajarkan sikap kemandirian dan pendidikan karakter yang berguna dalam membentuk generasi unggul Indonesia.
Kemudian, keduanya juga saling memiliki peran dalam mengajarkan untuk selalu berbuat kebaikan dalam membangun hubungan sosial dengan masyarakat.
"Sinergisitas antara Pramuka dan pondok pesantren akan melahirkan insan kamil bagi Indonesia," ucap dia.
Menag Nasaruddin menyatakan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Tahun 2026 menjadi semua medium untuk saling menguatkan ikatan hubungan kedua bidang tersebut yang selama ini telah terbentuk.
Ponpes bisa memperoleh nilai baru yang nanti diaplikasikan di dalam kegiatan pendidikan dan bagi Pramuka dapat menerapkan nilai kepesantrenan di dalam pelaksanaan kepanduan.
"Kami (Kementerian Agama) menyerukan dalam periode saya bersama teman-teman bahwa pondok pesantren harus akrab dengan Pramuka," tuturnya.
Terkait lokasi pelaksanaan, Nasaruddin menilai Pondok Pesantren An-Nur 2 yang berlokasi di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang sangat representatif, tak hanya menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga mengakomodasi seluruh peserta yang hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI.