Menag menilai tradisi tersebut harus menjadi inspirasi bagi pesantren di Indonesia untuk mengembangkan pendidikan yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta mendorong kerja sama lintas disiplin.
Lebih lanjut, Menag menegaskan bahwa tantangan pesantren saat ini tidak hanya mempertahankan tradisi pendidikan agama, tetapi juga mempersiapkan santri agar mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu berharap semakin banyak santri yang menjadi ilmuwan, dokter, insinyur, pengusaha, ahli teknologi, pemimpin masyarakat, hingga pemimpin bangsa.
"Zaman telah berubah, tetapi semangat pengabdian tidak boleh berubah," ujarnya.