NADIKABAR.COM — Malam Ta'aruf Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional XXXI tahun 2026 digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Dalam kesempatan itu Menteri Agama Nasaruddin Umar hingga Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan sejumlah pesan kepada kafilah atau rombongan peserta.

Acara tersebut digelar pada pukul 19.30 WIB dan dihadiri perwakilan kafilah dari berbagai penjuru Nusantara. Hadir pula sejumlah gubernur dari berbagai provinsi.

Nasaruddin menyebut gelaran MTQ kali ini dinilai memiliki lomba yang paling lengkap dibanding sebelumnya. Selain itu, dia menilai, event di Semarang itu bisa dicontoh secara persiapannya oleh daerah lainnya.

"Kita berterima kasih kepada Pak Gubernur yang begitu rapi mempersiapkan kedatangan kita semuanya. Mudah-mudahan nanti Pak Gubernur yang lain itu bisa mengambil contoh apa yang dilakukan oleh teman-teman kita, panitia lokal dan panitia pusat di Semarang ini," kata Nasaruddin dalam sambutannya malam ini, Jumat (11/9/2026).

Nasaruddin menjelaskan, Al-Qur'an membawa hikmah bagi semua. Dia mengatakan, hal tersebut tercerminkan dari ramainya masyarakat Semarang menyambut MTQ kali ini.

"Tadi di bandara juga bukan main tuh. Biasanya kita kalau ke Semarang tidak sebanyak itu masyarakatnya. Jadi ini semua pertanda bahwa Al-Qur'an itu betul-betul rahmatan lil alamin. Siapa saja bergembira di Semarang ini," ungkapnya.

Dia juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto yang tidak dapat menghadiri acara pembukaan besok Sabtu (12/9). Sebab, Presiden memiliki agenda yang kudu dihadiri.

"Sayang sekali karena kita sebetulnya dan termasuk presiden juga itu sangat memberikan apresiasi MTQ di Semarang ini. Maka beliau menyampaikan salam kepada kita semuanya. Secara fisik dia tidak bisa bersama dengan kita, tapi insyaallah nanti kita ada caranya nanti gimana supaya kualitas MTQ kali ini betul-betul sangat semarak," tuturnya.

Menurutnya, MTQ bukan hanya sekadar event tahunan, tetapi juga menjadi simbol keberagaman masyarakat Indonesia. Dia mengatakan, MTQ Nasional sudah 47 tahun berlangsung.

"Kiblat MTQ di Internasional ini adalah Indonesia. Salah satu kebanggaan kita di luar negeri sebagai negara yang mayoritas muslim ini adalah MTQ," terangnya.

"Dan yang paling menarik lagi, Bapak Ibu sekalian, mereka itu berkerut keningnya kalau saya ceritakan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran itu dimeriahkan bukan hanya untuk umat Islam. Tapi juga ini pesta rakyat untuk dirayakan semua agama," lanjutnya.

Sementara itu, Luthfi menyampaikan perlombaan MTQ merupakan ajang mempererat silaturahmi antarpeserta. Luthfi mengatakan momen perkenalan atau ta'aruf malam ini sebagai pemersatu para peserta.

"Selamat bertaaruf, selamat bermusabaqah, dan selamat bertanding. Nah, ini artinya bertanding dalam musabaqah ini adalah dalam rangka mengeratkan ukhuwah Islamiyah sebagai napas nilai-nilai Al-Qur'an," ungkap Luthfi dalam sambutannya.

"Tentu taaruf ini mempunyai makna bahwa mempersatukan kita di tim redaksi beberapa letak geografis Indonesia yang hari ini kita kumpul saat ini," lanjutnya.

Di tengah konflik global yang masih berlangsung, menurut eks Kapolda Jateng itu, MTQ kali ini menjadi cooling system.

"Di saat geopolitik dunia yang tidak baik-baik saja, dengan Musabaqah Tilawatil Quran kita mampu mempersatukan, bahkan menjadi cooling system bangsa Indonesia," ucapnya.