β€œSemakin berjarak ajaran agama dengan pemeluknya, akan semakin sulit kita menjaga kerukunan. Begitu juga sebaliknya, semakin dekat umat dengan ajaran agamanya, kita berharap kehidupan masyarakat semakin baik,” katanya.

Pandangan tersebut sejalan dengan penekanan Menag sebelumnya bahwa capaian kerukunan tidak semestinya berhenti sebagai statistik. Agama perlu hadir dalam kehidupan sosial dan menjadi sumber nilai bagi masyarakat.

Survei Poltracking pada 14–20 Agustus 2026 juga mencatat 72,5 persen publik menilai pemerintah berhasil menjaga kerukunan antarumat beragama. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden dengan margin of error Β±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.