NADIKABAR.COM β€” Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kerukunan umat beragama menjadi salah satu fondasi penting bagi pembangunan Indonesia.

Nasaruddin Umar mengatakan kerukunan dinilai tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarumat beragama, tetapi juga menciptakan stabilitas sosial yang dibutuhkan untuk mengembangkan pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

β€œTanpa ada kerukunan dan stabilitas, tidak mungkin ada pembangunan dan peningkatan ekonomi. Kalau konflik banyak terjadi, investor juga takut untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Menag saat berkunjung ke Redaksi NadiKabar, Kamis.

Salah satu perkembangan yang disoroti Menag adalah Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB). Pada 2025, IKUB mencapai 77,89, meningkat dari 76,47 pada 2024.

Angka pada 2025 merupakan capaian tertinggi sejak survei IKUB pertama kali dilaksanakan pada 2015. Capaian tersebut juga telah melampaui target RPJMN 2025–2029 untuk 2025 sebesar 76,77.

Menag mengatakan peningkatan tersebut menjadi salah satu perkembangan yang patut dijaga. Namun, ukuran kehidupan keagamaan menurutnya tidak cukup dilihat dari angka indeks. Kedekatan umat dengan nilai-nilai agamanya juga menentukan kualitas kehidupan sosial.

β€œSemakin berjarak ajaran agama dengan pemeluknya, akan semakin sulit kita menjaga kerukunan. Begitu juga sebaliknya, semakin dekat umat dengan ajaran agamanya, kita berharap kehidupan masyarakat semakin baik,” katanya.

Pandangan tersebut sejalan dengan penekanan Menag sebelumnya bahwa capaian kerukunan tidak semestinya berhenti sebagai statistik. Agama perlu hadir dalam kehidupan sosial dan menjadi sumber nilai bagi masyarakat.

Survei Poltracking pada 14–20 Agustus 2026 juga mencatat 72,5 persen publik menilai pemerintah berhasil menjaga kerukunan antarumat beragama. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden dengan margin of error Β±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.