Gambaran itu terasa relevan setelah perang di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026. Bank Indonesia mencatat lonjakan harga minyak serta gangguan rantai pasok perdagangan dunia. Ongkos angkut dan harga barang dapat berubah jauh dari lokasi konflik. Kabupaten yang menggantungkan kebutuhan penting pada sedikit jalur distribusi ikut menghadapi risikonya.
Pada Sidang Kabinet Paripurna 21 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto menekankan penguatan ketahanan nasional, swasembada pangan, kemandirian energi, dan perlindungan kekayaan alam, termasuk penanganan karhutla. Arahan itu disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya keesokan harinya.
Presiden tidak secara khusus menyebut Yonif TP, tetapi persoalan ketahanan yang dibicarakan pemerintah juga menentukan apa yang perlu disiapkan di kabupaten.
Pada 10 Agustus 2025, Presiden meresmikan 100 Batalyon Teritorial Pembangunan dan 20 Brigade Teritorial Pembangunan di Batujajar. Rencana pengembangan sekitar 750 satuan mencakup 593 batalyon teritorial pembangunan dan 157 satuan bantuan tempur serta administrasi. Angka itu masih rencana, belum seluruhnya satuan yang beroperasi.