NADIKABAR.COM — Pelanggan bengkel motor di Dembek, Manokwari Selatan, bertambah sejak Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 805/KSW hadir.

Prajurit dan keluarganya datang untuk servis, ganti oli, dan perbaikan ringan. Hanya saja, setiap kali suku cadang tertentu habis, pemilik bengkel harus menunggu kiriman dari kota.

Di Ransiki, seorang penjahit juga menerima lebih banyak pesanan seragam, sementara sebagian bahan masih harus didatangkan dari luar.

Wawancara yang dilakukan tim penulis pada Juli 2026 itu belum mewakili perekonomian seluruh kabupaten. Keduanya membuka pertanyaan yang dapat diuji: berapa banyak belanja prajurit benar-benar menjadi pendapatan dan nilai tambah di lingkungan setempat? Apa yang berubah pada kemampuan usaha ketika pasokan dari luar tersendat?