NADIKABAR.COM — Adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia kini telah bergeser cepat dari sekadar proyek uji coba menjadi implementasi agen AI otonom (agentic AI) langsung di lini produksi bisnis. Namun, seiring meluasnya adopsi tersebut, jaminan keamanan dan pemenuhan regulasi perlindungan data lokal menjadi isu yang sangat vital.
Menjawab tantangan tersebut, TrendAI--unit bisnis keamanan AI dari Trend Micro--mengumumkan dukungannya terhadap Nvidia Agent Safety Platform, sembari membawa jaminan data residency bagi enterprise di Indonesia.
Country Manager TrendAI Indonesia, Fetra Syahbana, menegaskan bahwa faktor keamanan dan kepatuhan hukum tidak boleh lagi sekadar menjadi pertimbangan belakangan saat perusahaan menggelar sistem agen AI otonom.