"Kalau memang kebutuhannya jelas, kami akan support. Biaya pelatihannya akan ditanggung Kementerian Ketenagakerjaan," ujarnya dalam tim redaksi, Rabu (2/9/2026).

Pendekatan tersebut diperlukan agar pelatihan vokasi tidak sekadar menghasilkan lulusan, tetapi juga memastikan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.