"Terdapat dua atau tiga laporan penampakan sejak saat itu, namun belum dapat dikonfirmasi kebenarannya," ujar Dumadiya terkait reptil semi berbisa tersebut.
Dheeraj Mittal, Konservator Hutan, mengatakan terakhir kali kemunculan ular ini dilaporkan di kawasan tersebut adalah saat naturalis Ferdinand Stoliczka melakukan perjalanan melintasi India pada era 1870-an untuk mengumpulkan berbagai spesimen zoologi.
"Ini adalah penampakan langka dan semacam catatan kedua setelah rekam jejak tahun 1872. Terdapat catatan historisnya, namun kami baru berhasil melihat dan merekam reptil tersebut kembali setelah sekian tahun lamanya," tegas Mittal.
"Ular ini endemik di lanskap seperti Kutch, sehingga penampakannya ini bagaikan sebuah penemuan kembali. Mampu memverifikasi secara fisik di 2026 atas catatan yang dibuat pada tahun 1872 adalah suatu pencapaian besar," imbuhnya.