Masa kampanye Pemilu diwarnai oleh skandal dan saling lempar tuduhan. Pemilu di Brasil sempat diwarnai kekacauan menyusul putusan Mahkamah Agung di saat-saat terakhir yang memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam.

Keputusan ini diambil atas permintaan Lula, yang melaporkan bahwa layanan bus di berbagai kota telah dihentikan, sehingga menghalangi warga untuk memberikan suara.

Flavio Bolsonaro juga sempat meminta perpanjangan waktu di beberapa wilayah akibat hujan deras, namun kubunya mengecam keras keputusan perpanjangan waktu yang diberlakukan secara nasional tersebut.

"Entah kita menang, atau kita menang. Anggap saja ini peringatan," tulis Nikolas Ferreira, seorang legislator pendukung Bolsonaro, di platform X saat penghitungan suara berlangsung.