Kampanye yang sengit ini mengungkap perpecahan mendalam di negara berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa tersebut. Seorang warga Brasil Aurelio Junior (45) mengaku aneh dengan perpanjangan waktu pemilu tersebut.

"Ini memalukan. Belum pernah ada kejadian seperti ini di Brasil, dan sekarang mereka malah mencetuskan ide untuk memperpanjang waktu pemilihan selama dua jam," ujar Aurelio Junior, seorang dokter gigi di Brasil.

Jacqueline Maria Lima de Franca (34) seorang pemilik usaha di Rio de Janeiro yang mendukung Lula, mengatakan bahwa langkah tersebut "sangat wajar... setiap orang seharusnya memiliki hak untuk memilih, dan hak itu selama ini terabaikan."