"Bahasa Indonesia memiliki jumlah penutur yang sangat besar. Ini adalah kekuatan yang harus kita dorong agar bahasa Indonesia semakin dikenal, dipelajari, dan digunakan di dunia internasional," ungkapnya.

Ia menyampaikan cita-cita agar bahasa Indonesia semakin mendapatkan tempat dalam komunitas internasional, termasuk harapan agar suatu saat dapat menjadi salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Saudara-saudara adalah bagian dari masa depan bahasa Indonesia di dunia. Semakin banyak orang mempelajari bahasa Indonesia, semakin terbuka pula jalan untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia," tuturnya.

Fadli Zon mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya mempelajari tata bahasa dan sastra, tetapi juga memahami Indonesia secara lebih luas, mulai dari sejarah, seni, tradisi, kuliner, hingga perkembangan kebudayaan kontemporer.

Ia juga memperkenalkan Indonesia sebagai negara dengan keragaman budaya yang sangat besar. Indonesia memiliki lebih dari 1.300 kelompok etnis dan lebih dari 700 bahasa daerah yang hidup dalam satu kesatuan bangsa.

"Indonesia adalah negara yang sangat beragam. Kita memiliki ribuan pulau, lebih dari 1.300 kelompok etnis, lebih dari 700 bahasa daerah, serta berbagai tradisi dan ekspresi budaya. Semuanya hidup dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika," jelasnya.

Menurutnya, keberagaman tersebut bukan sekadar fakta demografis, tetapi merupakan bagian penting dari identitas dan kekayaan kebudayaan Indonesia. Pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman juga dapat menjadi bagian dari dialog kebudayaan dengan masyarakat internasional.

Indonesia dan Mesir, lanjutnya, sama-sama memiliki sejarah peradaban yang panjang. Karena itu, hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui diplomasi formal, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan, bahasa, seni, sastra, dan kebudayaan.