Menbud menyebutkan bahwa Kementerian Kebudayaan terus mempercepat berbagai program untuk memperkuat warisan budaya, baik yang bersifat bendawi (tangible) maupun takbenda (intangible).

Ia juga menyampaikan beberapa program kementerian, yakni Manajemen Talenta Nasional; Percepatan Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional; percepatan program Revitalisasi situs-situs bersejarah; percepatan Pencatatan Warisan Budaya Takbenda (WBTb); skema Dana IndonesiaRaya; hingga pengajuan Budaya Tempe dan Teater Makyong sebagai warisan dunia ke UNESCO.

Selanjutnya Menbud menyinggung secara khusus Bali yang menurutnya merupakan tempat yang dikenal di dalam seni dan budaya Indonesia bagi seluruh dunia.

Menbud menjelaskan ekosistem budaya yang ada di Bali telah tumbuh sejak lama dan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain untuk menumbuhkan ekosistem budaya yang sustainable.

β€œIni adalah satu modal budaya yang kuat. Tetapi tentu saja tidak bisa disepelekan. Harus tetap dijaga, dipelihara, karena sewaktu-waktu bisa hilang kalau pelaku-pelakunya meninggalkan adat istiadat, budaya, agama, dan juga seni budaya yang menjadi ekspresi di Bali ini,” ujar Menbud.

Menbud juga menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam pemajuan kebudayaan.

Menurut dia, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menginstitusikan warisan budaya melalui pendidikan, penelitian, dokumentasi, pengembangan pengetahuan, dan pewarisan kepada generasi berikutnya.

Hal tersebut disampaikan Menbud dalam pidato pembukaan Utsawa Bali Sani ke-11 Tahun 2026 di Universitas Hindu Indonesia (UNHI).