β€œKita ingin menjadikan seni ini bukan sekadar identitas, tapi harus juga menjadi satu investasi. Budaya kita harapkan juga menjadi new engine of economic growth atau ekonomi budaya sirkular yang berkesinambungan,” kata Fadli saat membuka Festival Kesenian Indonesia (FKI) XIII di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa (20/10).

Ia menilai perguruan tinggi seni memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya melalui proses institusionalisasi, pengembangan pengetahuan, dan regenerasi pelaku budaya.

β€œInstitut Seni Indonesia atau ISI yang ada di ujung barat hingga timur Indonesia menjadi institusi yang sangat penting. Ke depannya, kita juga harus menghadirkan lebih banyak perguruan tinggi seni di bagian daerah Indonesia. Apabila tidak ada institusionalisasi di dalam warisan budaya dan ekspresi budaya kita, tentu akan ada ketinggalan di dalam proses regenerasi ke depan,” ujarnya.

Festival Kesenian Indonesia XIII diselenggarakan oleh konsorsium Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni se-Indonesia (BKS-PTSI). Mengusung tema β€œArt, Folklore and Ecology” atau seni, folklor, dan ekologi, festival tersebut menampilkan karya seniman akademisi, pengajar, dan mahasiswa seni dengan memadukan kearifan lokal dan modernitas.