Pameran Sacred Journey of Syekh Yusuf Al-Makassari berlangsung pada 9-15 Oktober 2026 di Indonesia House Amsterdam. Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, Kementerian Kebudayaan juga menyelenggarakan seminar internasional secara hibrida bertajuk Syekh Yusuf Al-Makassari: Collective Memories of Knowledge, Freedom, and Humanity Across the Indian Ocean.
Diskusi ini menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar, antara lain Prof. Martin van Bruinessen, Prof. Muhammed Haron, Prof. Oman Fathurahman, Dr. Mukhlis PaEni, dan Dr. Suryadi. Diskusi berfokus pada jaringan intelektual Syekh Yusuf, pemikiran spiritualnya, perlawanan terhadap kolonialisme, serta pembentukan memori kolektif yang menghubungkan masyarakat di kawasan Samudra Hindia.
Fadli Zon menegaskan bahwa hubungan antarmasyarakat sering kali telah terbentuk jauh sebelum hubungan diplomatik formal. Sejalan dengan upaya pelestarian warisan tersebut, Kementerian Kebudayaan juga tengah mengembangkan rencana pendirian Rumah Budaya Indonesia (RBI) dan Museum Syekh Yusuf di kawasan Macassar, Cape Town, Afrika Selatan.
"RBI dan Museum Syekh Yusuf ini diharapkan dapat menjadi pusat pelestarian sejarah, pendidikan, penelitian, serta penguatan hubungan kebudayaan Indonesia dengan masyarakat Afrika Selatan, termasuk komunitas Cape Malay, yang menurut Menteri Kebudayaan Afrika Selatan Gayton McKenzie saat ini berjumlah sekitar 2,7 juta orang," ujar Fadli Zon.
Ia turut menekankan bahwa pemajuan kebudayaan Indonesia merupakan amanat Pasal 32 ayat (1) UUD 1945, yang menempatkan kebudayaan nasional dalam peradaban dunia. Upaya pelestarian manuskrip, pengembangan penelitian, serta kerja sama kebudayaan internasional menjadi bagian penting untuk memastikan warisan sejarah tetap relevan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
"Melalui peringatan ini, kita berharap semakin banyak ruang dialog yang terbuka, pemahaman sejarah bersama semakin mendalam, serta hubungan kebudayaan dan masyarakat Indonesia-Belanda semakin kuat. Semoga peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari terus menginspirasi pengembangan ilmu pengetahuan, perjuangan kebebasan, dan nilai-nilai kemanusiaan lintas bangsa dan generasi," pungkas Fadli Zon.