NADIKABAR.COM — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau proses pemugaran yasti dan konservasi Mahastupa Candi Borobudur. Peninjauan bertujuan untuk memastikan penanganan struktur dan material candi dilakukan secara cermat, berbasis kajian ilmiah, serta sesuai kaidah konservasi.

Peninjauan ini juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan untuk menjaga kestabilan struktur, keaslian material, dan keberlanjutan pelestarian Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia.

Dalam peninjauannya, Fadli melihat langsung proses penguatan struktur yasti serta pembersihan penggaraman pada batu candi. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi material, riwayat pemugaran sebelumnya, dan tantangan lingkungan yang dapat memengaruhi ketahanan batu dalam jangka panjang.

Fadli menegaskan pelestarian Candi Borobudur tidak akan berhenti pada pemugaran, tetapi juga memerlukan perawatan dan konservasi secara berkelanjutan. Menurutnya, meskipun tersusun dari batu, Candi Borobudur tetap rentan terhadap pelapukan akibat paparan cuaca dan perubahan kondisi lingkungan.

"Batu andesit tentu harus ada konservasi. Iklim kita berubah, dan kondisi hujan sekarang berbeda dengan seratus atau dua ratus tahun lalu. Karena itu, kita perlu memastikan penanganan yang tepat agar batu dan relief Borobudur tetap terjaga," ucap Fadli dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Fadli menjelaskan pemugaran yasti diperlukan untuk memperkuat struktur pada bagian puncak stupa induk yang mengalami pergeseran susunan batu. Sementara itu, konservasi Mahastupa dilakukan untuk menangani penggaraman dan pelapukan yang berpotensi mengurangi ketahanan material.