Fadli mengungkapkan kedua pekerjaan tersebut memerlukan pemeriksaan yang cermat agar setiap tindakan sesuai dengan kondisi aktual bangunan. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi dan metode konservasi yang tepat untuk mempertahankan keaslian batu candi.

Menurutnya, intervensi terhadap cagar budaya harus dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan karakteristik material dan lingkungan tempat candi berada.

"Relief-relief Borobudur yang sudah berusia lebih dari seribu tahun memerlukan penanganan yang tepat. Kita perlu memastikan perawatannya berkelanjutan, sehingga relief tetap terjaga ketajamannya dan batu tidak melunak atau mengalami kerusakan. Ini salah satu pekerjaan konservasi yang penting dan perlu dilakukan berdasarkan kajian yang cermat," ungkapnya.

Di akhir peninjauan, Fadli mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian Candi Borobudur dengan mematuhi ketentuan kunjungan dan menghindari tindakan yang dapat merusak batu maupun relief candi.

Ia menegaskan partisipasi pengunjung merupakan bagian penting dalam mendukung upaya pelestarian warisan budaya tersebut.

"Tentu kita juga berharap kepada pengunjung untuk ikut memelihara, tidak memegang-megang, dan tidak memberikan zat kimia, cairan, atau apa pun yang bisa merusak relief Borobudur," tegasnya.