NADIKABAR.COM — Menteri Perdagangan RI (Mendag) Budi Santoso (Busan) mendorong masyarakat untuk menjadi nasabah cerdas (smart traders) yang melek digital di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK). Ia menilai trader yang memahami risiko dapat mengambil keputusan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh janji keuntungan yang tidak realistis.
Busan pun menekankan pentingnya literasi digital dalam memanfaatkan PBK di era digital saat ini. Hal tersebut disampaikan Busan pada Pembukaan Bulan Literasi PBK 2026 di Jakarta.
Mengusung tema 'Smart Traders, Wise Choices: Navigating Commodity Futures in the Digital Era', kegiatan ini menjadi upaya Kemendag untuk memberi wawasan dalam bertransaksi di tengah kemudahan akses dan perkembangan teknologi.
"Transformasi digital telah mempermudah akses masyarakat terhadap informasi dan instrumen perdagangan. Masyarakat perlu menjadi digital traders sekaligus smart traders yang membekali diri dengan penguatan literasi. Traders yang cerdas mampu mengambil keputusan bijak dan tidak mudah tergiur janji keuntungan," ujar Busan dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).
Busan menjelaskan PBK berperan dalam mendorong perekonomian nasional melalui perannya sebagai instrumen lindung nilai (hedging), pembentukan referensi harga (price discovery and price reference), dan diversifikasi investasi. Ia berharap PBK dapat mendukung ekonomi digital Indonesia melalui akses perdagangan di sektor agrikultur, energi, dan komoditas unggulan.
Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya menjelaskan pertumbuhan industri PBK perlu diiringi penguatan literasi, pengawasan, dan perlindungan masyarakat. Penguatan literasi PBK juga mencakup wawasan terkait implementasi 'Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UUP2SK)'.
"Bappebti bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi, pengawasan, hingga perlindungan masyarakat. Upaya ini untuk membangun industri PBK yang aman, sehat, transparan, berintegritas, dan berdaya saing," ujar Tirta.
Bulan Literasi PBK tahun ini menjadi penyelenggaraan tahun keempat oleh Bappebti. Pembukaan Bulan Literasi PBK 2026 dihadiri 300 peserta secara daring dan luring.
Sebagai sinergi dalam memperkuat literasi PBK, turut hadir pimpinan ekosistem PBK, yang meliputi bursa, lembaga kliring, dan Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI).