Kenaikan impor bulanan ini didominasi kuat oleh pertumbuhan impor barang modal sebesar 12,14 persen, disusul barang konsumsi yang naik 6,40 persen serta bahan baku dan penolong yang naik 3,12 persen secara bulanan.

Peningkatan impor September 2026 berbanding lurus dengan sektor manufaktur nasional yang ekspansif. Catatan ini selaras dengan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang melonjak dari 49,8 pada Agustus 2026 ke 52,4 pada September 2026.

Secara kumulatif Januari-September 2026, total impor Indonesia mencapai 210,63 miliar dolar AS, meningkat 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (CtC) dengan 176,01 miliar dolar AS

Budi mengatakan seluruh komponen impor pun mencatatkan pertumbuhan positif di periode tersebut. Peningkatan tertinggi tercatat pada impor bahan baku dan penolong yang naik 21,11 persen, diikuti barang modal sebesar 16,49 persen, dan barang konsumsi sebesar 15,54 persen secara kumulatif.