Dari sisi komoditasnya, lonjakan impor nonmigas tertinggi selama Januari-September 2026 terjadi pada kendaraan udara dan bagiannya yang melonjak sebesar 241,60 persen.

Selain itu, impor garam, belerang, batu, dan semen tumbuh 127,03 persen serta bijih logam, terak, dan abu naik 51,67 persen (CtC).

Berdasarkan negara asalnya, impor nonmigas Indonesia pada Januari-September 2026 masih didominasi China, Jepang, dan Australia dengan kontribusi gabungan mencapai 52,94 persen dengan nilai impor sebesar 94,27 miliar dolar AS.

Kemudian, negara asal impor nonmigas dengan pertumbuhan terbesar, antara lain, Prancis yang naik 122,95 persen, Rusia 54,78 persen dan Argentina 52,09 persen secara kumulatif.