NADIKABAR.COM — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bersama Wakil Perdana Menteri Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay melakukan pertemuan guna menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan perdagangan bilateral.

Budi menyambut positif kinerja perdagangan bilateral Indonesia dan Timor Leste yang terus tumbuh. Ia menilai, potensi perdagangan kedua negara masih dapat dikembangkan melalui penguatan akses pasar dan pemanfaatan peluang kerja sama masih dapat direalisasikan.

"Kami ingin mendorong perdagangan yang semakin beragam melalui penguatan kolaborasi antarpelaku usaha dan perluasan akses pasar bagi produk unggulan kedua negara. Kami harap, langkah ini dapat membuka peluang baru bagi dunia usaha sekaligus memperkuat kemitraan ekonomiIndonesia dan Timor Leste," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Sementara itu, Wakil PM Francisco menyampaikan sejak resmi bergabung menjadi anggota ASEAN, Timor Leste terus mempelajari berbagai peluang dan strategi untuk mengoptimalkan perdagangan.

Ia menyebut peluang kerja sama investasi dan perdagangan antara Indonesiadan Timor Leste masih sangat terbuka.

"Kami siap memfasilitasi kemitraan antarpelaku usaha demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan," katanya.

Saat ini, Indonesia menjadi mitra dagang terbesar Timor Leste di kawasan ASEAN. Nilai perdagangannya pada 2025 sebesar 423,63 juta dolar AS atau sekitar 76 persen dari total perdagangan Timor Leste dengan negara-negara ASEAN yang mencapai 561,83 juta dolar AS.

Nilai tersebut jauh melampaui perdagangan Timor Leste dengan Thailand yang sebesar 57,18 juta dolar AS dan Singapura 55,57 juta dolar AS.

Pada Januari-Agustus 2026, total perdagangan Indonesia dan Timor Leste mencapai 273,86 juta dolar AS meningkat 1,59 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar 269,56 juta dolar AS.

Ekspor Indonesia ke Timor Leste tercatat sebesar 267,35 juta dolar AS, sedangkan impor Indonesia dari Timor Leste 6,50 juta dolar AS. Indonesia mencatatkan surplus perdagangan 260,85 juta dolar AS.

Total perdagangan Indonesia dan Timor Leste pada 2025 mencapai 423,63 juta dolar AS atau tumbuh 8,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Timor Leste sebesar 410,56 juta dolar AS dan impor Indonesia dari Timor Leste sebesar 13,07 juta dolar AS, sehingga mencatatkan surplus bagi Indonesia sebesar 397,49 juta dolar AS.

Komoditas utama ekspor Indonesia ke Timor Leste mencakup sepeda motor, kendaraan pengangkut barang, semen portland dan alumina, minyak kelapa sawit olahan, serta pasta.

Sementara itu, komoditas utama impor Indonesia dari Timor Leste meliputi kopi, buldoser swagerak, kopra, biji-bijian atau buah berminyak lainnya, dan vanili.