NADIKABAR.COM — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, pemerintah menyiapkan fasilitas branding bagi sekitar 500 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Budi menyampaikan, program tersebut akan mencakup upaya memperbaiki tampilan dan pengenalan produk UMKM agar lebih dikenal konsumen dan memiliki daya saing di pasar.

"Nanti akan ada fasilitas branding, artinya produk Bapak-Ibu itu bagaimana supaya menjadi terkenal," ujar Budi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa.

Menurut Budi, branding atau penguatan merek dagang menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Produk yang memiliki kualitas baik perlu didukung dengan kemasan dan dan identitas merek yang mampu menarik perhatian pasar.

Ia mengatakan, program tersebut akan diluncurkan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Setelah peluncuran, Kemendag akan melakukan proses seleksi terhadap UMKM yang akan mendapatkan fasilitas tersebut.

"Setelah Trade Expo nanti akan diseleksi. Seingat saya hampir 500-an, 500 UMKM," katanya.

Budi mengatakan, program branding tersebut merupakan bagian dari sinergi pemerintah dengan berbagai pihak untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Selain branding, pemerintah juga memberikan pendampingan terkait standardisasi, kemasan, kualitas, hingga akses pasar.

Ia berharap berbagai dukungan tersebut dapat membuat semakin banyak produk UMKM mampu bersaing di pasar domestik maupun menembus pasar ekspor.

"Jadi kita sudah banyak bekerja sama dengan instansi yang mereka baik hati semua ya, membantu kita semua, membantu UMKM untuk meningkatkan daya saing para UMKM sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Budi.