"Secara keseluruhan, 156 orang luka-luka selama kerusuhan di Tirana, termasuk 97 personel kepolisian, 12 orang yang melintas, dan empat anak di bawah umur," kata Demo, seperti dikutip kantor berita Albania, ATA.
Di tengah aksi unjuk rasa dan kerusuhan tersebut, Perdana Menteri Albania sekaligus pemimpin Partai Sosialis, Edi Rama, mengatakan terdapat campur tangan asing yang bertujuan menghambat langkah negara itu menuju keanggotaan Uni Eropa (UE).
Aksi unjuk rasa mahasiswa dimulai di Albania untuk memprotes tingginya biaya pendidikan, buruknya kondisi belajar, dan minimnya lapangan kerja yang sesuai dengan bidang studi para lulusan.