"Bener nih, adem. Karena genteng tahan panas, tengah-tengahnya ada aliran udara dibanding seng," sambungnya.

Tito menambahkan program gentengisasi juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap produk genteng, khususnya dari daerah-daerah sentra produksi.

Tito menyebut Jabar sebagai salah satu sentra terbesar, dengan sekitar 87% rumah telah menggunakan genteng.

"Jadi, khusus Jawa Barat, banjirin Jawa Barat yang masih 13% belum menggunakan genteng. Banjirin lagi daerah-daerah sekitarnya, di Sumatera dan lain," ungkap Tito.

"Banjirin dari Purwakarta, nyebrang kirim genteng ke sana," sambungnya.

Tito menilai peningkatan permintaan tersebut akan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, mulai dari produsen dan penjual genteng hingga sektor transportasi.