Dia mencontohkan aktivitas pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang yang sebelumnya terganggu akibat timbunan lumpur telah kembali berjalan. Kabupaten tersebut sebelumnya merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat bencana.
Tito juga menjelaskan layanan komunikasi seluler telah pulih, sementara sebagian besar fasilitas kesehatan telah kembali beroperasi. Namun, enam puskesmas pembantu di Sumatera Utara masih memerlukan penanganan lebih lanjut.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, dalam rapat yang sama, mengatakan pembangunan kembali sekolah-sekolah terdampak serta penyediaan hunian tetap dan hunian sementara berjalan sesuai rencana.
Berdasarkan laporan kepala daerah dan perkembangan di lapangan, Sugiono menyebut realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak banjir Sumatera telah mencapai 96–98 persen dari target.
"Memang, (rehabilitasi dan rekonstruksi) di beberapa tempat harus kami lakukan akselerasi, tapi saya kira semua itu bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan yang kami harapkan," jelas Sugiono.
Berdasarkan data Satgas PRR per 26 Oktober 2026, banjir yang terjadi pada akhir tahun lalu berdampak pada 53 kabupaten/kota, 498 kecamatan, dan 4.533 desa/kelurahan. Meski demikian, seluruh pengungsi yang sebelumnya berjumlah lebih dari 2 juta jiwa kini telah kembali ke rumah atau tempat tinggal lainnya, sehingga tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda.